Vitacimin Orange, Suplemen Vitamin yang Terasa Vitamin C-nya

Suplemen vitamin C banyak dicari orang karena manfaatnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Meskipun vitamin C bisa didapat secara alami dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin C, beberapa orang membutuhkan suplementasi tambahan.

Salah satu suplemen vitamin C yang sangat mudah didapatkan adalah Vitacimin Orange. Vitacimin Orange memiliki bentuk tablet hisap dan dikemas dalam kemasan praktis sehingga mudah dibawa kemana saja. 

Simak artikel berikut untuk mengetahui manfaat, dosis, dan aturan konsumsi Vitacimin Orange

Kenapa Vitacimin Orange?

Vitacimin Orange merupakan suplemen vitamin tablet hisap yang memiliki kandungan asam askorbat 250 mg dan natrium askorbat 281,25 mg. Asam askorbat merupakan senyawa yang terkandung dalam vitamin C atau bentuk paling asli dari vitamin C. Tak heran, asam askorbat sering disebut dengan vitamin C. 

Sedangkan natrium askorbat adalah bentuk vitamin C yang memiliki kandungan sodium (natrium). Sodium membantu mengurangi tingkat keasaman pada vitamin C sehingga lebih aman di perut. Sodium juga membantu vitamin C agar lebih mudah diserap dan bertahan lama di dalam tubuh. Baik asam askorbat maupun natrium askorbat berfungsi sebagai antioksidan yang membawa banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. 

Vitacimin Orange untuk Siapa?

Vitamin C sebenarnya banyak ditemukan dalam berbagai makanan, seperti buah jeruk, buah beri, tomat, kentang, paprika, kubis, brokoli, dan bayam. Mengonsumsi sumber vitamin C sudah bisa memenuhi kebutuhan vitamin C harian Anda. 

Namun orang dengan kondisi di bawah ini disarankan mendapatkan vitamin C tambahan dari suplemen seperti Vitacimin Orange:

  • Perokok aktif maupun pasif
  • Pasien penderita jenis kanker tertentu
  • Memiliki kondisi gastrointestinal tertentu
  • Pelaku diet terbatas yang tidak mengonsumsi buah atau sayur secara rutin, misalnya diet karnivora

Orang dengan kategori di atas rentan mengalami kekurangan vitamin C. Kadar vitamin C yang rendah dapat menyebabkan penyakit kudis, anemia, dan memiliki proses penyembuhan luka yang buruk.

Kegunaan Vitacimin Orange

Vitamin C yang terkandung dalam Vitacimin Orange cukup tinggi, yaitu 500 mg. Dosis ini sudah cukup membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian anak-anak, orang dewasa, bahkan ibu hamil maupun ibu menyusui. 

Terpenuhinya kadar vitamin C harian dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga Anda tidak mudah jatuh sakit. Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari paparan radikal bebas dan stres oksidatif, keduanya merupakan faktor risiko penyakit kronis. 

Selain itu, Vitacimin Orange diindikasikan untuk:

  • Membantu proses pemulihan setelah sakit
  • Membantu mempercepat penyembuhan luka
  • Mencegah dan mengurangi gejala serta tingkat keparahan flu atau pilek
  • Mencegah dan mengobati sariawan serta gusi berdarah

Dosis dan Aturan Pakai

Vitacimin Orange dikemas dalam bentuk satuan tablet sekali makan. Untuk remaja dan orang dewasa, dosis Vitacimin adalah 1 tablet sekali sehari, sedangkan anak di bawah usia 12 tahun adalah setengah tablet per hari. 

Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air sehingga Vitacimin Orange paling baik diminum setelah meminum segelas air (250 ml) dan dikonsumsi dengan cara dihisap, bukan dikunyah atau langsung ditelan. Hal ini supaya tubuh dapat menyerap vitamin C lebih cepat dan lebih baik.  

Efek Samping

Vitamin C tidak akan menyebabkan efek samping jika dikonsumsi dalam dosis yang tepat. Mengonsumsi Vitacimin Orange melebihi dosis yang disarankan dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Gangguan pencernaan, termasuk kram perut, kembung, mual, muntah, maag, dan diare
  • Kelelahan
  • Kantuk, atau terkadang insomnia
  • Sakit kepala
  • Kulit memerah
  • Peningkatan risiko batu ginjal dan overdosis

Vitacimin Orange merupakan suplemen vitamin harian yang dikonsumsi 1 kali sehari. Ketika Anda mengonsumsi Vitacimin, hindari mengonsumsi suplemen vitamin C tambahan karena dapat menyebabkan efek samping. 

Jika Anda mengonsumsi obat-obatan lain, Anda juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mencegah interaksi obat yang merugikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *