Perbedaan Ophidiophobia dan Ketakutan Biasa dengan Ular

Ular, si hewan melata dengan kulit yang seringkali berpola menarik ini, kini banyak dijadikan hewan peliharaan. Meski begitu, tak sedikit juga yang mengalami ketakutan ekstrim hingga fobia atau ophidiophobia. Ular memang mengerikan dilihat dari penampilannya.

Bahkan mereka kerap kali dijadikan simbol atau lambang dari sesuatu yang negatif. Melihat ular di pekarangan rumah baik yang kecil sekalipun pasti bisa membuatmu bergidik ngeri. Mereka juga merupakan salah satu musuh tetapi juga sahabat bagi para petani. 

Beberapa orang yang mengalami pengalaman buruk dengan ular bisa menimbulkan rasa takut hingga cemas yang ekstrim terhadap ular. Ketakutan tersebut dinamakan dengan Ophidiophobia. Berikut penjelasan selengkapnya tentang Ophidiophobia dan perbedaan gejalanya dengan ketakutan biasa.

Tentang Ophidiophobia

Dikategorikan sebagai fobia spesifik, Ophidiophobia adalah gangguan kecemasan dan ketakutan yang intens sebagai respons terhadap ular. Dalam sebuah studi oleh sekelompok peneliti pada 2013, menemukan bahwa otak kita secara evolusioner dikondisikan untuk takut pada bentuk seperti ular.

Ketakutan pada ular adalah hal umum, dalam beberapa penelitian psikiatri, sekitar 50% populasi melaporkan kecemasan tentang reptil, tetapi untuk 2-3% orang, ketakutan ini menyebabkan penderitaan atau gangguan yang signifikan, yang berakhir dengan berjuang dengan gangguan kecemasan ophidiophobia ini.

Perbedaan ketakutan normal pada ular vs ophidiophobia

Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kamu jadikan acuan untuk mengenali apakah kamu takut biasa pada ular atau mengidap Ophidiophobia. 

Ketakutan normal terhadap ularFobia ular (Ophidiophobia)
Tidak suka atau merasa jijik dengan ularTakut, panik atau merasa terteror ular
Merasa takut saat melihat ularKecemasan yang intens ketika memikirkan ular
Tidak ingin menyentuh/mendekati ularMelihat ular pun bahkan tidak bisa
Hanya memikirkan ular ketika melihatnyaPikiran yang sering tentang ular
Tidak mengubah rutinitas untuk menghindari ularMengubah rutinitas untuk menghindari ular
Ketakutan yang lebih intens terhadap ular berbisaKetakutan yang intens terhadap semua ular
Mampu mentolerir ular di kandang/kebun binatangTidak dapat mentolerir ular di kandang/kebun binatang

Tips mengatasi ophidiophobia

Mencari bantuan pada terapis professional bisa dilakukan untuk mengatasi Ophidiophobia. Kamu bisa berkonsultasi pada dokter dan mendapat perawatan yang tepat dan sesuai untuk kondisimu. Selain itu, ada beberapa cara lain yang bisa dicoba untuk mengatasinya baik dengan berpetualang di alam atau dengan mendidik diri secara mandiri tentang ular.

Melansir dari Choosing therapy, ada lima tips untuk mengatasi fobia ular, antara lain:

1. Habiskan lebih banyak waktu di luar

Jika kamu menghindari beraktivitas di luar karena takut melihat ular, sebaiknya mulai coba untuk mengubahnya. Kamu bisa menghabiskan waktu di luar ruangan lebih banyak, ini juga baik untuk kesehatan fisik dan mental. Menghabiskan waktu di luar ruangan juga dapat membantu mengurangi perilaku menghindar yang mungkin membuat ketakutan semakin parah.

2. Jalan-jalan ke kebun binatang

Cobalah jalan-jalan ke kebun binatang untuk mulai menghadapi ketakutanmu terhadap ular secara langsung. Menghadapi ular di lingkungan yang terkendali di mana ada kaca atau penghalang logam antara dirimu dan ular bisa menjadi salah satu cara dalam mengatasi Ophidiophobia ini.

3. Edukasi diri sendiri tentang ular

Beberapa jenis ular memang berbahaya, tetapi beberapa lainnya tidak berbahaya. Kamu bisa mengedukasi diri mu mengenai ular, seperti mengetahui perbedaan antara ular berbisa dan ular yang tidak berbahaya. Ini dapat membantumu mengetahui ular mana yang harus dihindari dan mana yang tidak membahayakan. Pengetahuan adalah kekuatan yang dapat membantu mengatasi rasa cemas agar berkurang dan lebih terkendali.

4. Fokus dan pusatkan perhatian 

Ketika panik atau takut, pikiran akan mulai merancang berbagai skenario buruk, tak peduli seberapa kecil kemungkinan terjadinya. Ini tentu tidak baik dan bisa saja membahayakan. Untuk itu, coba lebih tenang, pusatkan perhatian secara penuh untuk fokuskan pada hal-hal di sekitarmu, seperti nafas, lingkungan, dan panca indera. 

5. Tetapkan tujuan realistis untuk diri sendiri

Seberapa besar niatmu untuk mengurangi rasa cemas dan takut pada ular, kamu tidak perlu sampai memaksakan diri untuk merasa nyaman atau memegang dan memeliharanya. Kecuali jika kamu bekerja di kebun binatang atau bidang lain yang sering memerlukan kontak langsung dengan ular. 

Tetapkan tujuan yang realistis dan senyamannya dirimu. Setidaknya kamu akan baik-baik saja saat melihat ular atau melakukan pendakian atau aktivitas luar ruangan lainnya. 

Ketakutan pada ular adalah umum, tapi jika itu berubah menjadi gangguan kecemasan yang intens bahkan tidak rasional maka bisa disebut dengan Ophidiophobia, sebuah fobia spesifik terhadap ular. Ini memiliki gejala yang cukup berbeda dari ketakutan pada umumnya terhadap ular. 

Ada beberapa terapi yang bisa dilakukan, namun salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengedukasi diri serta melakukan aktivitas luar ruangan yang tentu dengan pendamping untuk setidaknya membuat diri tidak begitu takut saat memikirkan atau melihat ular.

Temukan lebih banyak informasi lain seputar Ophidiophobia ini di website dan aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Kamu juga bisa berdiskusi dengan dokter seputar topik tersebut di aplikasi SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *