Sebelum Terlambat, Kenali Ciri Anak Kecanduan Gadget

Menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar telah dikaitkan dengan kurang tidur, keterlambatan bicara, dan keterampilan sosial yang buruk. Sebuah penelitian dari University of Michigan mengembangkan alat untuk mengukur kecanduan gadget pada anak-anak usia empat hingga 11 tahun. Tanda-tanda klasik kecanduan mencakup hal-hal seperti beberapa poin berikut ini.

Tanda-tanda anak kecanduan gadget

1. Anak tidak dapat mengontrol penggunaan gadget

Para peneliti menyebut ini anak kehilangan kontrol terhadap penggunaan gadget. Ketika anak-anak mengalami kesulitan berhenti menggunakan perangkat, mereka bisa menjadi agresif menangis hingga tantrum. Jika Anda sudah mencoba untuk membatasi waktu layar, tetapi anak Anda tidak mau mendengarkannya, ini bisa menjadi salah satu tanda anak sudah kecanduan gadget..

2. Hilangnya minat pada aktivitas lain

Jika waktu bermain gadget adalah satu-satunya hal yang memotivasi anak Anda, maka membaca buku, mainan tanpa gadget, dan olahraga tidak akan membuat mereka bersemangat. Mereka akan lebih tertarik dan terlalu fokus pada penggunaan gadget.

3. Gadget dapat menyibukkan pikirannya

Ketika anak Anda tidak bermain video game, mereka akan  memiliki dunianya sendiri. Anak tidak lagi bertanya  seputar kehidupan sosial yang  selaras dengan usianya, melainkan berbicara tentang minecraft, apa yang akan diposting YouTuber favoritnya selanjutnya, atau memerankan adegan dari salah satu game kesukaannya.

4. Mengganggu sosialisasi

Apakah anak Anda membawa telepon ke meja makan? Menyelinap mengintip tabletnya sementara Anda sudah berusaha mencoba membuat percakapan? Ketika anak kecanduan gadget, mereka bisa menjadi pengganggu aktivitas keluarga, dan hal ini bisa menjadi masalah.

5. Menyebabkan masalah keluarga yang serius

Apakah Anda memiliki argumen ledakan yang dipicu oleh penggunaan layar? Atau masalah perilaku yang terkait dengan sesuatu yang mereka tonton? Ini bisa menjadi tanda hubungan yang tidak sehat dengan penggunaan gadget.

6. Anak menunjukkan tanda-tanda penarikan

Saat tiba waktunya mematikan TV untuk tidur atau menyimpan perangkat seluler untuk waktu keluarga, anak  menjadi  sangat terganggu. Tanpa gadget anak akan menjadi frustasi, mereka mungkin akan menarik diri dari  pembicaraan keluarga.

7. Toleransi rendah

Jika anak Anda biasa menonton YouTube selama 30 menit sepulang sekolah setiap hari, tetapi sekarang dia bahkan menontonnya di ponsel dalam perjalanan pulang dari sekolah. Mereka akan menjadi  marah dan hilang toleransi dalam berdiskusi mengenai jadwal penggunaan gadget. 

8. Bermain gadget dapat meningkatkan suasana hati 

Anak Anda akan melarikan segala jenis masalah dengan bermain gadget. Anak yang kecanduan gadget akan merasa lebih baik apabila sedang mengalami berbagai masalah, seperti hari yang buruk di sekolahnya. 

Meski banyak penelitian mengungkap efek negatif gadget modern pada anak, beberapa ahli masih tetap positif tentang kebaikan dari teknologi. Asisten profesor University of Wisconsin, Heather Kirkorian mengatakan bahwa gadget dapat menyimpan potensi pendidikan bagi balita. Anak-anak yang berinteraksi dengan layar menjadi lebih cepat berbicara, membuat lebih sedikit kesalahan dalam belajar. Akan tetapi, kondisi anak yang sudah kecanduan gadget tidak akan mengubah mereka menjadi jenius, hanya membantu mereka mendapatkan lebih banyak informasi.

Teknologi harus didorong namun tetap dimoderasi. Namun, orang tua harus melakukan tanggung jawab mereka untuk melindungi anak dari kecanduan gadget. Selagi masih ada waktu, perkenalkan kebiasaan baru bermain di luar ruangan dan permainan menarik bersama anak-anak seusianya. 

Akan tetapi, jika anak Anda memiliki beberapa ciri yang lebih dari beberapa list di atas, maka mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali bagaimana bermain gadget digunakan di rumah dan berusaha untuk menyapih anak-anak dari layar sebelum kecanduan gadget yang mampu merusak tumbuh kembangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *