Amankah Susu SGM Soya Dikonsumsi Bayi?

Alergi susu sapi bisa mulai muncul sejak beberapa minggu setelah bayi lahir. Biasanya, anak yang mengalami alergi ini akan diberikan alternatif, salah satunya seperti susu SGM Soya.

Susu kedelai dari SGM ini merupakan salah satu jenis susu formula yang bisa dijadikan sebagai alternatif sumber protein terbaik untuk anak yang mengalami alergi susu sapi. Namun, apakah bayi juga bisa mengonsumsinya?

Alasan bayi minum susu soya

Bayi yang meminum susu formula kedelai atau soya biasanya atas rekomendasi dokter untuk alternatif sumber protein karena mengalami alergi susu sapi. Alergi cukup umum ditemukan pada bayi, namun seiring waktu sebagian besar anak-anak tumbuh besar tanpa alergi tersebut. 

Alergi ini umumnya terdeteksi saat susu sapi mulai dikenalkan pada bayi baik dari susu formula atau saat bayi mulai mengonsumsi makanan padat atau MPASI. Namun, alergi ini jarang muncul pada bayi yang diberikan ASI eksklusif, tapi bisa saja terminum ketika sang ibu mengonsumsi susu sapi dan terbawa ke ASI.

Alergi susu sapi tentu berbeda dengan intoleransi laktosa, sebab kondisi ini memicu reaksi alergi yang harus ditangani dengan segera. Contoh reaksi alergi seperti ruam merah dan gatal di kulit, bibir atau muka bengkak, diare, muntah, kolik, sembelit, demam, dan pilek.

Bahkan gejala yang cukup parah seperti bersin, sesak napas, dan bengkak di tenggorokan juga dapat muncul. Beberapa anak juga bisa mengalami anafilaksis, merupakan reaksi alergi paling serius yang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. 

Apabila anak Anda terdiagnosis mengalami alergi susu sapi, jangan pernah memberikan susu jenis lain tanpa mendapatkan anjuran dari dokter. Jika Anda menyusuinya secara eksklusif, sebaiknya Anda menghindari konsumsi semua produk yang mengandung susu sapi. 

Amankah Susu SGM Soya untuk dikonsumsi bayi?

Susu SGM Soya menjadi salah satu produk susu formula berbahan kedelai yang direkomendasikan bagi anak yang mengalami alergi susu sapi. Kini tak hanya susu soya, namun sudah ada susu formula berbahan dasar asam amino atau protein terhidrolisasi yang bisa menjadi alternatif lainnya.

Sebenarnya, produk susu kedelai tidak disarankan bagi anak di bawah di bawah 6 bulan kecuali pada kondisi tertentu. Kemudian, jika anak Anda yang berusia di atas 6 bulan terdiagnosis alergi susu sapi dan direkomendasikan mengonsumsi susu soya, Anda tetap perlu mengetes toleransi anak Anda terhadap kandungan kedelai.

Sebab, ada kemungkinan terjadi reaksi alergi silang terhadap protein kedelai. Oleh karena itu, segala aspek harus dikonsultasikan secara menyeluruh terlebih dahulu dengan dokter.

Susu SGM Soya telah diperkaya dengan berbagai nutrisi penting yang dapat mendukung tumbuh kembang bayi, seperti prebiotik FOS dan inulin, omega 3 dan 6, tinggi serat, serta aneka vitamin dan mineral. Bahkan jumlah protein dalam susu kedelai juga terhitung lebih tinggi.

Untuk bayi yang telah direkomendasikan untuk mengonsumsi susu kedelai sebagai alternatif alergi susu sapi, bisa menggunakan SGM Ananda Soya usia 0-6 bulan dan juga 6-12 bulan. Namun, sangat dianjurkan untuk mengutamakan konsumsi ASI terutama pada bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan.

Sebagian besar anak-anak akan tumbuh dan tidak lagi mengalami alergi yang pernah diidapnya semasa bayi, biasanya pada usia 3-5 tahun. Tentunya hal ini akan bergantung pada siap anak dan seberapa sensitifnya anak Anda terhadap makanan tertentu.

Anak-anak yang mengalami alergi susu sapi akan terus diperiksa secara berkala, misalnya tiap 6-12 bulan, untuk melihat apakah gejala alergi tersebut masih ada. Konsultasikan pada dokter jika Anda ingin coba mengenalkan kembali makanan-makanan yang sebelumnya dilarang untuk dikonsumsi.

Penggunaan susu SGM Soya sebagai alternatif sebaiknya diikuti sesuai anjuran usia dan pemakaian yang tertera. Selain itu, terus utamakan konsumsi ASI secara eksklusif untuk membantu anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan menyehatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *