Amankah Penggunaan Minyak Kayu Putih Sidola pada Bayi?

Penggunaan minyak kayu putih untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan sudah awam dilakukan oleh keluarga di Indonesia. Namun, apakah aman bila minyak kayu putih sidola digunakan untuk bayi?

Minyak kayu putih sidola adalah minyak yang didapat dari proses pengumpulan uap ranting dan daun pohon minyak kayu putih. Di dalam minyak kayu putih umumnya terdapat kandungan bahan kimia lainnya yang membuat minyak kayu putih tersebut memiliki efek hangat ketika digunakan. Selain hangat, aroma relaksasi dari minyak kayu putih sidola pun menjadi alasan mengapa minyak ekstrak ini banyak digunakan.

Penggunaan minyak kayu putih sidola pada orang dewasa terbilang aman, namun apakah hal ini juga aman bagi bayi? Padahal, seringkali kita jumpai penggunaan minyak kayu putih pada bayi setelah mandi. Simak penjelasannya di bawah ini.

Sejumlah ahli mengatakan bahwa menggunakan minyak kayu putih bisa berisiko dalam beberapa kasus. Hal ini dikarenakan ada beberapa alasan berikut.

  1. Panas minyak kayu putih bisa menimbulkan iritasi

Seperti yang diketahui bahwa kulit bayi sangat sensitif dengan suatu kandungan dan bisa menyebabkan iritasi bila hal itu terjadi. Penggunaan minyak kayu putih pada bayi dikhawatirkan bisa menimbulkan efek iritasi akibat rasa panas minyak kayu putih tersebut. 

Sehingga, sebelum Anda menggunakannya secara menyeluruh pada kulit bayi Anda, pastikan terlebih dahulu bahwa kulitnya mampu menahan panas minyak kayu kayu putih sehingga tidak terkena iritasi. Cara ini bisa dilakukan dengan menggosok beberapa tetes pada bagian punggung terlebih dahulu. 

  1. Minyak kayu putih akan berbahaya bila diminum

Pada saat memakaikan minyak kayu putih sidola pada bayi, Anda harus memerhatikannya agar minyak kayu putih tidak tertelan. Sebab, jika minyak kayu putih tertelan maka bisa jadi menimbulkan beberapa permasalahan lainnya, seperti mual hingga muntah. 

  1. Perhatikan kandungan cineole pada minyak kayu putih

Meskipun banyak manfaat bila menggunakan minyak kayu putih sidola, namun penggunaan ini lebih disarankan pada bayi di atas dua tahun. Anda harus memerhatikan kandungan cineole pada minyak kayu putih yang sedang Anda gunakan saat ini karena bisa menyebabkan masalah pernapasan pad bayi bila kandungan tersebut cukup tinggi. Kandungan cineole juga bisa menimbulkan iritasi atau sensasi terbakar pada bayi bila kulit bayi sangat sensitif. 

Itulah ketiga hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memakai minyak kayu putih pada bayi. Bila bayi Anda dapat menerima minyak kayu putih sidola, maka aman untuk digunakan. Namun, jika bayi Anda tidak bisa menggunakan minyak kayu putih sidola, Anda bisa mencampurkannya dengan minyak lainnya, seperti minyak zaitun, atau menggantinya menjadi minyak telon. 

Cara penggunaan minyak kayu putih sidola pun harus diperhatikan. Oleskan minyak kayu putih hanya pada tiga daerah utama, yakni perut, dada, dan punggung. Hindari penggunaan minyak kayu putih sidola pada bagian tangan karena bisa memperbesar kemungkinan bayi menelan minyak kayu putih. Jangan pula menggosok minyak kayu putih sidola pada bagian wajah dan alat kelamin bayi karena kedua bagian ini lebih sensitif dibandingkan bagian badan lainnya.

Jika meminum minyak kayu putih berbahaya bagi orang dewasa, begitu pula bila hal itu dilakukan pada bayi. Anggapan mengenai minyak kayu putih bisa mengatasi masuk angin jika diminum adalah sebuah kesalahan. Hal tersebut malah bisa menimbulkan bahaya bagi bayi karena dapat memicu iritasi di dalam perut. 

Penggunaan minyak kayu putih dengan cara uap lebih disarankan dibanding Anda mengoleskan minyak kayu putih sidola tersebut di bawah hidung bayi. Sebab, cara penggunaan seperti itu justru menimbulkan permasalahan pada pernapasan, seperti asma karena aroma minyak kayu putih yang terlalu kuat. Gunakan alat bantu diffuser untuk membuat uap minyak kayu putih sidola. Uap yang keluar akan membantu membersihkan serta menghangatkan udara sekitar, dan mencegah bayi dari beberapa gangguan pernapasan, seperti hidung tersumbat, sesak napas, dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *